Beton

Apa Itu Slump Beton Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Slump BetonBerikut Penjelasan Lengkapnya

Slump beton merupakan tingkat kekentalan adonan beton yang mampengaruhi permeabilitas, workabilitas dan proses pengerjaan. Terdapat beberapa hal yang perlu diketahui tentang slump beton, nilai, dan pengujian slump beton. 

Slump beton adalah salah satu istilah penting dalam konstruksi. Penggunaan beton untuk konstruksi sebuah bangunan sendiri harus memiliki beberapa kriteria yang dipersyaratkan. Hal ini penting agar bangunan yang dibangun memiliki kekuatan dan daya tahan dengan jangka waktu lama serta tidak mudah mengalami roboh. Salah satunya ialah nilai slump beton.

Baca juga:

Istilah dalam pekerjaan beton

Slump beton ialah tingkat kekentalan atau viscocity berupa sifat kohesi pada beton yang baru saja dibuat. Besaran ini sangat berpengaruh pada mudah tidaknya proses pengerjaan dengan memiliki kaitan tingkat keenceran atau adukan beton.

Apabila keenceran beton semakin encer maka pelaksanaan di lapangan dapat dilakukan dengan mudah. Besaran nilai slump beton merupakan tingkat keenceran adukan dalam proses pengerjaan. Biasanya, nilai yang dibutukan dalam pengerjaan bangunan sekitar 60 hingga 180 mm.

Begitu pula dengan penggunaan beton ready mix, sering dilakukan uji coba atau slump test sebelum beton dituangkan pada media pengecoran

Nilai Slump Beton

Perolehan hasil angka pada slump dihasilkan melalui hasil uji dengan mengisi beton segar pada sebuah krucut yang dikenal kerucut abrams. Setelah itu, kerucut ini ditarik menuju ke atas hingga beton yang ada di dalamnya bergerak turun. Besaran penurunan inilah yang disebut sebagai nilai slump. Apabila nilainya semakin besar maka beton segar menjadi makin encer.

Slump Test Beton

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil besaran nilai slump. Beberapa diantaranya meliputi, ukuran butiran agregrat yang digunakan, kuantitas air dan tidak adanya pengaruh air ke semen.

Apabila jumlah air yang digunakan semakin besar maka nilai slump menjadi makin besar. Hal ini berbanding lurus. Selain itu, rongga udara pada beton menjadi keras semakin besar. Tidak hanya itu, hal ini juga mempengaruhi nilai koefisien pada permeabilitas juga semakin tinggi.

Baca juga:

Harga Box Culvert

Apabila dinilai dari faktor air-semen maka kombinasi antara agregrat beton memiliki nilai slump tidak sama. Nilai tersebut dapat berbeda dengan takaran air yang berbeda pula. Percampuran nilai slump semakin tinggi maka  memerlukan jumlah air besar.

Hal tersebut dapat menyebabkan bilai koefisien permeabilitas menjadi tinggi. Maka nilai permeabilitas tidak hanya dipengaruhi air-semen. Namun, juga terdapat faktor lain seperti berat jenis agregat yang digunakan dan nilai slump.

Pengujian Slump Beton

Pengujian pada slump beton dapat dilakukan apabila kombinasi bahan untuk membentuk beton sudah mencapai sifat plastis. Pada dasarnya, tujuan dari pengujian nilai slump untuk mengetahui tingkat kelecekan atau keenceran pada adonan beton yang dibuat. Pengaruh kelecekan ini memiliki kegunaan untuk menilai workabilitas pada beton.

Kisaran nilai slump yang biasa digunakan sekitar 8 cm hingga 12 cm. Apabila nilai slump berkisar 0 cm maka dapat dipastikan bahwa tingkat workabilitas beton jelek. Nilai seperti ini biasanya terdapat pada beton non pasir.

Nilai slump pada beton dipengaruhi oleh nilai fas dengan bandingan lurus. Maksudnya, apabila nilai fas kecil maka nilai slump juga menjadi kecil. Apabila nilai fas menjadi besar maka nilai slump memiliki nilai semakin besar.

Pengujian pada nilai slump dengan memnafaatkan kerucut abrams merupakan pengetesan tertua di Indonesia. Penggunaan cara ini didasarkan atas standar ASTM C-143. Terdapat beberapa alat yang dibutuhkan dalam proses pengujian diantaranya:

  1. Penggunaan corong baja dengan ukuran diameter sekitar 20 cm di bagian bawah. Diameter bagian atas berkisar 10 cm dan tingginya mencapai 30 cm. Kedua sisi pada sorong tersebut saling berhadapan dan memiliki pegangan yang berguna sebagai pegangan tangan untuk menaikkan konus.
  2. Tongkat dengan diameter 16 mm dan panjangnya mencapai 60 cm terbuat dari bahan baja. Ujungnya berbentuk hemispherical. Hal tersebut memiliki kegunaan untuk memadatkan adonan beton yang telah diisikan ke kerucut abrams.

Baca juga:

Cover Meter Test Beton

Pengukuran dalam pengujian slump memiliki maksud mengetahui ukuran tinggi turunan adonan beton setelah pengangkatan wadah. Adukan beton yang dapat dikerjakan biasanya akan dituangkan ke dalam cetakan dan dipadatkan.

Pemadatan yang dilakukan tanpa menggunakan alat getar biasanya mencapai nilai slump 7 hingga 12 cm. Sedangkan, nilai slump pada pemdatan beton memiliki kisaran nilai 12,5 cm lebih. Sebenarnya, penggunaan alat getar perlu dihindari agar tidak terjadi segregasi agregrat dan bleeding. Hal tersebut dilakukan agar hasil adonan beton memiliki ketangguhan dan daya tahan lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *