Beton

Mengenal Stamped Concrete Beton Berpola

Mengenal Stamped Concrete Beton Berpola

Stamped concrete adalah permukaan beton yang mendapatkan penambahan desain, tekstur, dan warna supaya terlihat seperti batu alam, kayu, fosil, dan batu bata. Umumnya stamped concrete diaplikasikan pada proyek konstruksi dan infrastruktur kota. Material dekoratif ini sesuai untuk diterapkan pada area yang tidak terlalu luas, seperti teras, koridor, atau area pejalan kaki di taman.

Material ini telah mulai digunakan sejak era 1950-an dan berkembang pesat dua dekade setelahnya saat diperkenalkan di World of Concrete. Material ini semakin berkembang seiring pertumbuhan industri dan pola dekoratif yang tersedia pun semakin banyak.

Dibandingkan batu bata dan batu alam, stamped concrete terlihat lebih unik dan menambah nilai mewah di rumah Anda. material ini juga dapat menyembunyikan permukaan tanah yang tidak rata.

Tahapan Pembuatan Stamped Concrete

Proses pengerjaan stamped concrete. proses menggunakan stempel karet atau karpet bertekstur yang ditempelkan pada adukan beton yang masih basah. Cetakan didesain dengan tekstur yang dimodel dari permukaan asli seperti batu, batu bata, atau cabang kayu. Agar memberikan tanda khusus, dapat juga menggunakan medali berukuran besar yang memiliki simbol yang diinginkan.

Baca juga:

Harga Box Culvert

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mendapatkan bagian bangunan dengan stamped concrete yaitu:

Membersihkan dan Mengecek Lantai Kerja

Lantai kerja harus dalam keadaan padat ketika pembuatan beton dilakukan. Dasar tanah ditambah dengan material pasir urug atau makadam untuk memperkuat pengerasan apabila diperlukan.

Memasang Bekisting dan Pembesian

Pasang bekisting pada area yang diinginkan sesuai pola yang sudah dibuat. Bekisting dibentuk dari bahan yang lentur dan kuat seperti kaso dan triplek sehingga menjadi pola yang sesuai. Selanjutnya lakukan pembesian dengan wire mesh digelar pada area kerja yang telah dibatasi oleh bekisting. Jika diperlukan, siapkan cetakan tambahan dengan besi beton. Setelah itu, area kerja pun siap untuk pengecoran dengan beton ready mix.

Mengecor Beton

Tuangkan beton ready mix pada lokasi dan level yang sesuai dengan elevasi setempat. Kemudian beton dipadatkan dan diratakan. Biarkan beton mengalami curing secukupnya, jika cuaca panas maka curing akan lebih cepat.

Mewarnai dan Mengecap Beton

Setelah beton setengah kering dan rata, tebarkan colour hardener di atas beton, kemudian ratakan. Ulang tebaran pada daerah yang belum terkena pewarna. Bahan ini tak hanya berfungsi mewarnai, melainkan juga sebagai zat tambahan yang dapat menaikkan kualitas beton.

Setelah itu, tebarkan release agent sedikit-sedikit dan tidak diratakan. Kemudian permukaan beton siap dicap sesuai pola yang diinginkan.

Membersihkan Beton dan Mengaplikasikan Sealer

Setelah permukaan mengering dan cukup umur, cuci beton dengan air dan sabun menggunakan sikat secara manual. Bisa juga menggunakan water pressure sampai permukaan benar-benar bersih. Selanjutnya diamkan hingga mengering sendiri. Setelah itu, aplikasikan sealer atau coating. Permukaan beton lalu dibiarkan selama 2-3 jam baru dapat dilalui.

Cetakan Stamped Concrete

Kelebihan dan Kekurangan Stamped Concrete

Selain hunian biasa, stamped concrete atau pattern concrete banyak diaplikasikan pada hotel atau apartemen. Beton ini juga menggunakan bahan yang sama seperti beton pada umumnya yaitu semen, agregat, dan air. Dengan bahan berkualitas dan cara pembuatan yang benar, hasilnya dapat menyerupai batu asli.

Berikut kelebihan dan kekurangan material beton dekoratif ini.

Kelebihan Stamped Concrete:

  • Desain dan keindahannya tahan lebih lama. Meski bukan batu atau kayu asli, ketahanannya lebih lama.
  • Menambahkan kesan mewah ketika diaplikasikan pada rumah.
  • Memiliki banyak variasi pola dan warna.
  • Biaya perawatannya lebih rendah dan mampu meningkatkan nilai jual properti Anda.
  • Terhindar dari ditumbuhi rumput liar karena tidak ada sambungan.
  • Tidak licin sehingga tidak menyebabkan tergelincir ketika permukaan basah.
  • Perawatannya mudah dan dapat disimpan dalam waktu lama jika belum digunakan.
  • Harganya lebih terjangkau daripada batu alam, batu bata, atau paving blok.

Kekurangan Stamped Concrete:

  • Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga ahli, artinya Anda tidak dapat memasangnya sendiri.
  • Kerusakan seperti retak atau patah mungkin terjadi.
  • Perlu dibersihkan dan diberi pelapis secara berkala.
  • Tidak cocok untuk daerah beriklim ekstrem karena dapat rusak karena perubahan iklim dan cuaca.
  • Jika terdapat kerusakan akan sulit diperbaiki.

Nah, apakah Anda sudah lebih mengenal stamped concrete? Saatnya Anda mulai merencanakan material ini untuk renovasi bangunan agar terlihat lebih indah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *