Beton

Mengenal Karakteristik Beton Ringan dan Jenis-Jenisnya

Mengenal Karakteristik Beton Ringan dan Jenis-Jenisnya

Beton Ringan dan Jenis-Jenisnya

Beton adalah material yang dibutuhkan dalam sebuah konstruksi pada jaman modern ini. berbagai jenis beton sudah diproduksi untuk membantu semakin ragamnya kebutuhan konstruksi, baik untuk perumahan, lahan parkir, jalan maupun jembatan.

Salah satu produk beton yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam konstruksi ialah beton ringan. Untuk beton ringan dan jenis-jenisnya yang beragam sudah banyak membantu pengerjaan berbagai proyek konstruksi.

Keunikan beton ini sendiri ialah  memiliki kerapatan lebih ringan daripada beton pada umumnya. Secara umum, beton ringan dapat dibuat dengan beberapa cara, antara lain dengan penggunaan agregat ringan (fly ash, batu apung, polystyrene), campuran semen, silika, pozolan, atau semen dengan bahan kimia yang menghasilkan gelembung udara.

Berbeda dengan beton ready mix dan juga beton konvensional, dari segi harga ready mix tentunya lebih mahal dibanding dengan beton ringan ini, harga beton ringan atau juga disebut bata hebel tentunya tidak kami bahas disini.

Begitu juga dengan jenis beton precast, beton ringan ini sebagai salah satu solusi murah dan ramah lingkungan guna kebutuhan pembangunan hunian maupun penggunaan pada pembangunan lainnya.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini penjelasan tentang beton ringan dan jenis-jenisnya.

Mengenal Lebih Dekat Beton Ringan dan Jenis-jenisnya

Jenis beton ringan cukup beragam berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Pada umumnya, beton ringan dapat dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan tingkat kepadatan dan kekuatan beton yang dihasilkan. Kelas beton ini juga didasarkan pada penggunaan jenis agregat ringan yang digunakan.

Berikut ini beton ringan dan jenis-jenisnya berdasarkan density atau kerapatan beton yang dihasilkan:

  1. Jenis beton insulasi
    Beton ringan ini memiliki kerapatan atau densitas antara 300 kg / m3 hingga 800 kg / m3. Untuk kekuatan kompresi yang dimiliki yaitu berkisar antara 0,69 dan 6,89 MPa. Dengan karakter tersebut, maka beton ringan isolasi banyak dimanfaatkan untuk menahan panas dan merupakan isolator yang baik. Peran ini disebut juga sebagai insulasi termal atau low density beton.
    Peran beton ringan ini didukung dengan kapasitas konduktivitas termal di dalamnya yang rendah.
  1. Beton ringan dengan kekuatan sedang
    Beton ringan dengan densitas sedang ini memiliki density antara 800 kg / m3 hingga 1440 kg / m3. Beton jenis  ini terbuat dari agregat buatan yang ringan seperti: terak, fly ash, lempung, batu tulis, agregat alami lainnya yang lembut, seperti batu apung, skoria dan tufa. Untuk beton ringan dan jenis-jenisnya ini memiliki kekuatan tekan yang bervariasi, yaitu 6,89 hingga 17,24 MPa.
  1. Beton struktural
    Beton ringan jenis structural memiliki densitas antara 1440 kg / m3 hingga 1850 kg / m3. Beton ini sangat kuat dengan kuat tekan yang tinggi. Maka, untuk pembuatannya, beton jenis ini harus memakai material terbaik.

Beton ringan dan jenis-jenisnya di atas adalah didasarkan pada densitas atau kerapatan beton. Sementara itu, ada beberapa cara untuk menghasilkan beton ringan, yang bergantung pada ketersediaan rongga udara pada beton.

Baca juga info: harga beton cor tiga roda

Cara Pembuatan Beton Ringan

cara umum yang digunakan untuk pembuatan beton ringan ialah:

  1. Beton ringan dengan material batu berongga. Sebagai alternatif bisa pula menggunakan agregat ringan buatan yang dapat pula digunakan sebagai pengganti agregat kasar berupa kerikil.
  2. Beton ringan tanpa pasir, merupakan jenis beton dalam pembuatannya, tidak memakai pasir atau agregat halus. Karenanya, sering pula disebut beton tidak berpasir. Beton ini tidak memiliki banyak pori dan memiliki kekuatan mulai dari 7 hingga 14 MPa.
  3. Beton ringan dapat diperoleh dengan memasukkan udara ke dalam campuran. Hal ini menyebabkan ukuran pori 0,1 – 1 mm.
Beton Ringan dan Jenis-Jenisnya Berdasarkan Kualitas Beton

Beton ringan dan jenis-jenisnya  sangat beragam. Bukan hanya bergantung dari bahan pembuatnya saja namun bisa pula berdasarkan kekuatan beton ringan. Bagi yang ingin mencari jenis beton ringan untuk keperluan konstruksi, maka akan lebih baik jika mencari tahu dengan detail, beton seperti apa yang dibutuhkan, karena masing-masing tipenya memiliki karakter yang berbeda hingga akan mempengaruhi fungsi dan kekuatan konstruksi.

Berikut ini Anda akan mengenal beton ringan dan jenis-jenisnya yang didasarkan pada kekuatannya yang dibagi menjadi 6 jenis:

  1. Beton Kelas I
    Inilah beton ringan yang banyak dipakai untuk konstruksi non structural. Implementasinya pada umumnya mudah dan tidak membutuhkan pengawasan khusus. Kontrol dan pengawasan pada jenis beton ini ialah ditekankan pada kualitas bahan dan proses pembuatannya.
  2. Beton Kelas II
    Beton ringan kelas II banyak  digunakan untuk pekerjaan structural. Karena cukup krusial, maka dalam implementasinya, harus disertai dengan pengalaman yang cukup. Tenaga kerja harus professional dengan pengawasan kerja yang ketat agar benar dalam implementasinya.  Biasanya para ahli akan mengawasi dalam aplikasi beton ini.
    Tidak lupa pula, untuk pembuatan beton ringan dan jenis-jenisnya, khususnya beton jenis ini, dilakukan kontrol kualitas beton dan bahannya.
  3. Beton Kelas III

Selanjutnya ada beton kelas III adalah beton yang khusus digunakan untuk pekerjaan structural. Kualitas beton harus lebih tinggi dari K225. Untuk implementasinya membutuhkan keterampilan khusus dan dilakukan di bawah pengawasan para ahli.

Diperlukan juga adanya peralatan lengkap dalam implementasi. Kontrol kualitas beton inipun juga harus sangat serius dilakukan karena merupakan beton yang krusial untuk sebuah struktur.

Itulah tadi beberapa jenis beton yang diperlukan dalam dunia konstruksi sesuai dengan kebutuhan. Untuk beton ringan sendiri merupakan suatu kebutuhan yang cukup krusial dalam sebuah konstruksi.

Informasi menarik untuk penawaran: harga pagar panel beton terpasang

Untuk memastikan kualitas beton ringan dan jenis-jenisnya, maka dilakukan uji kekuatan beton pada umur 28 hari. Hasilnya harus memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Untuk bahannya sendiri, beton ringan tidak jauh berbeda dari beton pada umumnya. Hasil dari beton ringan didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar, seperti pasir, kerikil/ batu apung. Campuran ditambahkan dengan semen dan air agar mampu melekat sempurna. Penambahan ini membantu proses pengerasan beton.

Karakteristika Beton Ringan dan Jenis-jenisnya

Meksipun bahannya hampir sama dengan beton pada umumnya, akan tetapi beton ringan dan jenis-jenisnya memiliki karakter tersendiri, yaitu dalam hal kuat tekan, permeabilitas, dan juga density serta absorbs.

Karakteristik Beton Ringan

Untuk lebih jelasnya, berikut penjabaran masing-masing karakteristik beton ringan di atas:

  1. Kuat tekan
    Kuat tekan disebut pula dengan istilah Compressive Strength. Untuk memastikan kualitas beton ringan, maka uji kuat beton ringan ini dilakukan saat usia beton 28 hari. Tahap ini memakai mesin uji tekan. Caranya dengan memberikan beban pada beton hingga beton tersebut runtuh dan hancur. Kuat tekan inilah yang menunjukkan kekuatan maksimum yang mampu dihasilkan oleh beton ringan.
  2. Permeabilitas beton ringan
    Pada beton ringan dan jenis-jenisnya perlu pula diukur permeabilitasnya. Permeabilitas ialah kemampuan pori-pori pada beton ringan untuk bisa dilalui oleh air. Uji permeabilitas berguna untuk mengetahui pengaruh dari variasi semen dan agregat yang dipakai dalam pembuatan beton. Semuanya bermanfaat untuk mengetahui daya serap, saluran kapiler, dan juga ketahanan beton terhadap pembekuan dan daya angkatnya.
  3. Densitas
    Densitas berguna untuk mengukur kepadatan beton ringan. Untuk mengukurnya maka memakai perbandingan massa dan juga volume material yang diukur. Metode Archimedes sering dipakai dalam proses penghitungan ini.
  4. Absorbs atau daya serap air
    Proses untuk mengetahui karakteristik beton ringan dan jenis-jenisnya ini sangat penting. Secara singkat, daya serap air ini menggambarkan kemampuan untuk menyerap air ketika beton ringan tersebut direndam ke dalam air. Pengukuran selsai ketika sudah memasuki massa jenuh atau ketika beton ringan sudah tidak bisa menyerap air lagi.

Demikian informasi mengenai macam-macam jenis beton ringan yang dapat dijadikan referensi untuk kebutuhan pembuatan dinding praktis maupun kebutuhan lain yang berhubungan dengan konstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *