Beton

Apa Saja Perbedaan Mutu Beton K dengan MPA

Apa Saja Perbedaan Mutu Beton K dengan MPA

Perbedaan mutu beton K dengan MPa menjadi hal penting untuk dipahami. Khususnya ialah bagi siapa saja yang bekerja dalam bidang teknik sipil. Hal ini dikarekanan, mutu beton bisa dilambangkan dengan berbagai istilah, termasuk K maupun MPa.

Perbedaan Mutu Beton K Dengan MPa

Dalam konstruksi, khususnya dalam pembetonan ada istilah K dan MPa (fc). Kedua istilah tersebut dipakai untuk menyebutkan kekuatan beton yang akan digunakan dalam konstruksi. Jadi, keduanya sangat sering digunakan para insinyur dan ahli teknik sipil.

Beton sendiri merupakan bahan bangunan yang sangat penting di era modern saat ini. Hampir semua bangunan dan juga pekerjaan teknik sipil memanfaatkan beton sebagai material utama. Termasuk pula bangunan rumah, jalan, jembatan dan juga industri bisa memakai beton untuk merealisasikan bangunan yang diinginkan.

Maka menjadi hal penting untuk memahami perbedaan mutu beton K dengan MPA. Istilah K sering digunakan di lapangan. Sedangkan sitilah fc’ atau MPa digunakan di laboratorium. Masing-masing memiliki landasan peraturan tersendiri yang tercantum dalam SNI.

Akan tetapi, istilah K sering digunakan karena lebih mudah diipahami. Biasanya, suplier beton memakai istilah K untuk pengukuran kuat beton yang akan dibuat, yakni K (kg/m2).

Baca juga: Harga Beton K 225

Yang Membedakan Istilah K dengan MPA

Untuk lebih memahami perbedaan kedua satuan tersebut, maka berikut ini akan dijabarkan secara lebih rinci :

  • Mutu beton berlambangkan huruf K merupakan perhitungan kuat beton dengan perhitungan kg/m2. Sedangkan Mpa merupakan satuan dari pengukuran mutu beton memakai istilah fc. fc merupakan perhitungan kuat beton dengan satuan MPa.
  • Untuk perhitungan kuat beton dengan huruf K, memakai benda sample kubus dengan ukuran 15x15x15. Untuk satuan MPa, memakai sample silinder 15×30.

Berikut ini ada contoh pemakaian kedua satuan  kuat beton tersebut. Yang pertama adalah pemakain MPa. Contoh, ada beton dengan mutu fc’ 25, maka angka ini menyatakan bahwa tekan minimum beton tersebut adalah 25 MPa pada saat beton berumur 28 hari dengan memakai silinder beton berdiameter 15 cm, sedangkan tingginya adalah 30 cm.

Sedangkan contoh mutu beton dengan huruf K atau karakter beton adalah : beton dengan mutu K 250 bisa diartikan bahwa beton tersebut memiliki kekuatan tekan minimum 250 kg/ cm2 pada saat beton berumur 28 hari. Perhitungan ini memakai kubus beton dengan ukuran 15x15x15.

Baca juga: Harga Beton Cor

Di lapangan maupun ketika Anda memesan ready mix, maka istilah K atau karakter beotn sering digunakan dan lebih mudah dipahami. Hal ini berbeda dengan istilah fc’ yang seirng dipakai untuk pengujian beton di laboratorium. Jadi, ketika Anda memesan beton, maka supplier akan memakai istilah mutu beton K 250, K 300 atau karakter beton lainnya. Semakin baik mutu beton maka akan semakin mahal harga beton ready mix.

Lalu mengapa memahami mutu beton menjadi hal yang penting? Tentu saja, hal ini sangat penting karena perbedaan mutu beton akan mempengaruhi kekuatan beton. Setiap konstruksi yang ada memakai beton tertentu sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan kondisi banguna atau konstruksi akan memiliki daya tahan sesuai yang diperkirakan.

Pembangunan beton untuk jalan tentunya berbeda untuk pembetonan bagi ruko dua lantai atau rumah satu lantai saja. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh beban yang akan ditanggung oleh beton tersebut. Maka dari itulah, pahami dulu perbedaan mutu beton K dengan MPA untuk memastikan pesanan ready mix yang diminta sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *