Beton

Definisi Retarder Beton dan Jenis-Jenisnya

Retarder Beton

Retarder adalah bahan yang dimanfaatkan untuk memperlambat durasi pengikatan pada beton maupun gypsum dengan penggunaannya yang krusial dalam konstruksi.

Dengan kata lain bahwa retarder biasa dimanfaatkan untuk menunda atau memperlambat lamanya proses pengikatan dan pengerasan beton.

Bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai adukan beton dalam kondisi panas, apabila waktu antara kombinasi dan pengecoran sudah cukup lama.

Waktu pengikatan beton normal menjadi lebih singkat jika temperatur tinggi. Perlambatan waktu bisa berlangsung beberapa jam sesuai keperluan. Penggunaan bahan retarder untuk beton salah satunya adalah gula pasir sebagai bahan campuran.

Bahan Tambahan Retarder

Secara umum, terdapat beragam bahan kimia yang dimanfaatkan sebagai retrarder untuk memperlambat pengikatan pada struktur beton. Beberapa diantaranya meliputi, plastocrete-R, Sikamen-520 dan lain sebagainya. Namun, bahan yang paling mudah untuk didapatkan sebagai bahan retarder adalah gula pasir.

Berdasarkan pernyataan dari Mindess dan Young di tahun 1981 bahwa retarder dapat mempengaruhi perpanjangan periode dormant atau tahapan pencapaian initial set. Hal ini menjadikan waktu pengikatan semen menjadi lebih panjang.

Pada proses ikatan akhir menjadi lebih singkat. Hal tersebut membuat peningkatan pada kekuatan menjadi lebih tinggi dibandingkan pada pasta yang tidak mengalami proses perlambatan.

Jenis Retarder Beton dalam Konstruksi

Sifat Bahan Tambahan pada Beton

Berdasarkan SK SNI S-18-1990 bahan tambahan beton juga terdapat pada gypsum. Bahan tambahan atau admixure merupakan bahan dengan karakteristik berupa bubuk maupun cairan.

Bahan tersebut dicampurkan pada beton dan gypsum selama proses pengadukan dengan jumlah khusus. tujuannya adalah merubah beberapa sifat. Beberapa sifat tersebut meliputi:

  1. Bahan tambahan adalah bahan yang dicampurkan pada proses campuran gyspusm maupun beton untuk menghasilkan sifat khusus. Selain itu, memiliki fungsi dalam memperlambat lamanya periode pengikatan pada gypsum.
  2. Penggunaan bahan tambahan dimaksudkan untuk menghambat lamanya proses saat terjadi pengikatan. Hal ini dikarenakan keadaan cuaca panas maupun perpanjangan waktu pengerasan.
  3. Proses penundaan pengikatan dikarenakan adanya proses pembentukan lapisan tipis pada gypsum. Hal tersebut membuat partikel gypsum mengalami perlambatan reaksi terhadap air. selain itu, terdapat cara dalam peningkatan jarak diantara molekul pada aluminat dan silikat dengan molekul air.
  4. Bahan tambahan ini memiliki fungsi membungkus partikel gypsum dengan hidrat. Hal ini dapat memperlambat proses reaksi awal dari hidrasi. Pembentukan garam pada calsium di dalam air dapat mengurangi ion calsium dan menghambat proses pengkristalan dalam kurun waktu fase hidrasi.

Baca juga:

Harga Box Culvert

Jenis-Jenis Retrader Berdasarkan Standar ASTM

Banyak jenis bahan tambahan berdasarkan ASTM dan pedoman beton tahun 1989 SKBI. Beberapa jenis retrader yang biasa digunakan sebagai bahan campuran beton diantaranya :

  • Jenis A merupakan bahan yang dapat mengurangi air atau water reducer
  • Type B bahan yang dapat memperlambat proses pengikatan
  • Type C merupakan bahan yang dapat memeprcepat proses pengikatan
  • Jenis F merupakan bahan superplasticizer atau water reducer and high range
  • jenis G merupakan water reducer, retrader atau pengikat dan high range.

Sedangkan berdasarkan sifatnya, bahan tambahan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan yang mudah dilarutkan ke dalam air dan bahan yang tidak dapat dilarutkan ke dalam air. Penggunaan bahan admixture berbahan kimia lebih banyak untuk dimanfaatkan.

Baca juga:

Harga Beton Cor

Penggunaan bahan admixture disesuaikan dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan oleh produsen. Selain itu, juga diperoleh dari trial mix sebelum dilakukan proses pengujian yang sangat diperlukan.

High range water reducer maupun superplasticizer merupakan salah satu bagian dari water reducer dengan admixture berbahan kimia. Bahan tersebut  mampu mengurangi keperluan air sebagai campuran secara signifikan. Selain itu, tetap menjaga workabilitas kombinasi.

Keberadaan bahan tambah sendiri diperlukan dalam berbagai konstruksi. Langkah ini harus dilakukan ahlinya karena bisa mempengaruhi sifat beton yang dibuat. Karena itulah, pemuatan beton dan konstruksi secara umum cukuplah sulit dan diperlukan pengetahuan khusus.

Baca juga:

Harga Beton K 300

Retarder sendiri merupakan salah satu pengetahuan  yang harus Anda ketahui ketika belajar tentang teknik sipil. Pemilik proyek konstruksi pun perlu mengetahuinya agar bisa meninjau kualitas beton yang dibuat pada proyek yang dimilikinya. Jadi, sifat dan kualitas beton dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk bahan tambah yang diberikan di dalamnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *